PGSD UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO ADAKAN KULIAH PAKAR

Foto di akhir sesi penyerahan sertifikat Pemateri

PURWOREJO – Kunci kesuksesan dalam sebuah pendidikan dan pembelajaran tidak lain adalah seorang guru. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam sebuah pendidikan. Sebagai seorang guru kita dituntut untuk mengaplikasikan kurikulum 2013 dalam sebuah pembelajaran. Terkait dengan kurikulum 2013 yang berbasis karakter maka dalam kurikulum tersebut berisi kompetensi yang mewajibkan anak untuk aktif dalam pembelajaran.  Hal ini, ditengarai dengan adanya kurikulum 2013 yaitu mahasiswa sebagai agen perubahan zaman dan sebagai calon pendidik tidak hanya dituntut untuk mengukur aspek penilaian secara kognitif saja tetapi juga mengukur aspek secara afektif dan psikomotornya selama proses pembelajaran di kelas, sebagai pembenahan untuk menciptakan pengembangan penilaian secara kognitif, afektif dan psikomotor.

Pada kegiatan kuliah pakar yang terkait dengan penilaian autentik 2013, Titi Anjarini, M.Pd selaku Ketua Panitia Pelaksana bahwasanya kuliah pakar kali ini diikuti oleh 148 peserta mahasiswa PGSD UM Purworejo semester 6 yang diharapkan pada materi yang disampaikan oleh pemateri kuliah pakar dapat dipahami dan dapat diterapkan nantinya di sekolah dasar yaitu tentang penilaian autentik dalam Kompetensi Matematika Sekolah Dasar pada Kurikulum 2013.

Kuliah pakar kali ini dibuka secara resmi oleh Ibu Wakil Dekan FKIP UM Purworejo, Ismawati Ike Nugraheni, S.S., M.Hum yang mengapresiasi kegiatan kuliah pakar tersebut. Harapan dari kegiatan kuliah pakar ini adalah untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan, pengalaman serta mampu merancang penilaian autentik dalam kompetensi matematika sekolah dasar pada Kurikulum 2013. Ketua pelaksana juga memberikan apresiasi dengan pelaksanaan kuliah pakar kali ini yang diharapkan agar para mahasiswa peserta kuliah pakar dapat mengikuti dan menyerap pemaparan yang disampaikan pemateri serta termotivasi untuk melaksanakan dalam aktivitas pembelajaran yang akan diampunya kelak secara maksimal serta dapat bermanfaat sebagai referensi untuk merancang penilaian autentik pada kurikulum 2013 ke depannya khususnya di sekolah dasar ,”ujarnya

Kuliah pakar ini diisi oleh Azamul Fadhly Noor Muhammad, S.Pd., M.Pd Dosen Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Majenang Kabupaten Cilacap Jawa Tengah yang saat ini juga masih mnempuh S3 Pendidikan Dasar di UNY. Dalam paparannya beliau bahwa untuk penilaian siswa tidak hanya dilihat langsung dari hasil akhir seperti UTS dan UAS saja namun perlu dinilai dari proses penilaiannya selama di kelas seperti penilaian secara afektif dan psikomotor serta harapan dari beliau agar mahasiswa update tentang pengetahuan kekinian atau kebaharuan khususnya tentang istilah-istilah baru pada penilaian,”ungkapnya.

Selanjutnya disampaikan pula berkaitan dengan penilaian autentik tersebut bahwa pada kurikulum 2013 terdapat paradigma baru yang harus diketahui mahasiswa yaitu pada fungsi penilaian ada tiga antara lain 1. assessment for learning yaitu penilaian berkelanjutan, dengan tujuan memberi informasi kepada guru untuk membuat penyesuaian pengajaran atau perubahan strategi pembelajaran seperti ulangan harian dan UTS, 2. assessment of larning yaitu penilaian sumatif menentukan peringkat kelas, memutuskan siapa yang akan lulus, dan membuat penilaian tentang penempatan atau promosi. Misalnya UAS, UN dan 3. assessment as learning yaitu penilaian untuk melibatkan siswa dalam memantau pembelajaran mereka sendiri dan berkontribusi terhadap hasil belajar dari rekan-rekan mereka. Misalnya: penilaian diri, penilaian rekan

Selanjutnya, kuliah pakar ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada pembicara yang disampaikan secara langsung oleh ketua pelaksana kuliah pakar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *